Surat Untukmu, Pangeranku..
Engkau yang akan bersamaku, engkau memilihku karena misi yang sama kita bawa. Menggapai cinta Ilahi dan membangun generasi Rabbani.Engkau mungkin merasa minder dengan ibadahmu, tapi tak apalah kita tak berhak menilai ibadah siapa yang lebih baik. Bukankah kita akan bersama-sama memperbaiki diri menuju keimanan dan ketaqwaan. Engkau yang berani memintaku dari orang tuaku dan berani menerima segala kekurangan dan kelebihanku.Engkau yang berani bertanggung jawab dengan segala kondisi yang ada.Bukan harta pangkat dan jabatan ku memilihmu, tapi karena Allah telah meletakkan cintaNya pada dirimu. Tentulah aku sangat ingin hidup bersama denganmu. Engkau lelaki yang sederhana namun engkau memiliki cinta kepada Allah yang sangat besar. Bagiku itu lebih dari cukup dan itu merupakan keberungtungan bagiku.Tak masalah jika nanti aku harus tinggal dirumah kontrakan, harus berjalan kaki menuju suatu tempat atau harus shaum daud agar kebutuhan kita tetap terjaga.Sungguh itu tak masalah bagiku, karena dengan engkau menjaga keimanan dan ketaqwaanmu kepadaNya itu lebih dari cukup.Engkau yang pemberani, engkau melihatku dengan jujur diriku sebagai seorang perempuan. Engkau tak seperti lelaki yang lainnya, terlalu banyak alasan dan ketakutan untuk melangkah padahal belum dicoba. Atau engkau pun tak mundur dengan alasan yang tidak jelas.Engkau pangeran pemberaniku, yang berani memintaku dari murabbiku, yang berani mengambilku dari orang tuaku.Engkau pemberani karena memegang teguh sabda Rasulullah,engkau memilihku karena agamaku. Maka pangeranku engkau beruntung begitu juga diriku beruntung mendapatkanmu.Biarlah kekurangan dan kelemahan kita menjadi bumbu-bumbu penyedap sepanjang hidup kita, dan biarkanlah kebersamaan kita menghunjam sampai ke akhirat.Sungguh aku beruntung bersamamu yang rela berbagi hidupnya denganku dan rela berbagi waktunya dengan ku, seorang wanita yang biasa-biasa saja. Aku hanya punya mimpi untuk menjadi manusia bermanfaat.Dengan sederhanamu itu yang kusukai, dengan keluguanmu itu yang ku hormati. Dengan berbagi kelebihan dan kekurangamu, aku mematuhimu. Engkau pangeran pemberaniku, tetaplah jaga Allah dalam hatimu karena itu energi terbesar kita untuk membangun generasi yang rabbani.
“Diambil dari sebuah renungan, sebuah tulisan kecil semoga membangkitkan kesadaran kita”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar