Kamis, 25 April 2013

Surat Untukmu, Pangeranku..

Engkau yang akan bersamaku, engkau memilihku karena misi yang sama kita bawa. Menggapai cinta Ilahi dan membangun generasi Rabbani.Engkau mungkin merasa minder dengan ibadahmu, tapi tak apalah kita tak berhak menilai ibadah siapa yang lebih baik. Bukankah kita akan bersama-sama memperbaiki diri menuju keimanan dan ketaqwaan. Engkau yang berani memintaku dari orang tuaku dan berani menerima segala kekurangan dan kelebihanku.Engkau yang berani bertanggung jawab dengan segala kondisi yang ada.Bukan harta pangkat dan jabatan ku memilihmu, tapi karena Allah telah meletakkan cintaNya pada dirimu. Tentulah aku sangat ingin hidup bersama denganmu. Engkau lelaki yang sederhana namun engkau memiliki cinta kepada Allah yang sangat besar. Bagiku itu lebih dari cukup dan itu merupakan keberungtungan bagiku.Tak masalah jika nanti aku harus tinggal dirumah kontrakan, harus berjalan kaki menuju suatu tempat atau harus shaum daud agar kebutuhan kita tetap terjaga.Sungguh itu tak masalah bagiku, karena dengan engkau menjaga keimanan dan ketaqwaanmu kepadaNya itu lebih dari cukup.Engkau yang pemberani, engkau melihatku dengan jujur diriku sebagai seorang perempuan. Engkau tak seperti lelaki yang lainnya, terlalu banyak alasan dan ketakutan untuk melangkah padahal belum dicoba. Atau engkau pun tak mundur dengan alasan yang tidak jelas.Engkau pangeran pemberaniku, yang berani memintaku dari murabbiku, yang berani mengambilku dari orang tuaku.Engkau pemberani karena memegang teguh sabda Rasulullah,engkau memilihku karena agamaku. Maka pangeranku engkau beruntung begitu juga diriku beruntung mendapatkanmu.Biarlah kekurangan dan kelemahan kita menjadi bumbu-bumbu penyedap sepanjang hidup kita, dan biarkanlah kebersamaan kita menghunjam sampai ke akhirat.Sungguh aku beruntung bersamamu yang rela berbagi hidupnya denganku dan rela berbagi waktunya dengan ku, seorang wanita yang biasa-biasa saja. Aku hanya punya mimpi untuk menjadi manusia bermanfaat.Dengan sederhanamu itu yang kusukai, dengan keluguanmu itu yang ku hormati. Dengan berbagi kelebihan dan kekurangamu, aku mematuhimu. Engkau pangeran pemberaniku, tetaplah jaga Allah dalam hatimu karena itu energi terbesar kita untuk membangun generasi yang rabbani.

“Diambil dari sebuah renungan, sebuah tulisan kecil semoga membangkitkan kesadaran kita”

Rabu, 24 April 2013

Masa Lalu?

Bukankah ketika saya memutuskan untuk memacari seseorang, bukankah di menit itu saya harus berpikir kalau saya akan memiliki penemuan baru yang berbeda dengan pacar masa lalunya. Dan, betapa menguntungkannya kalau dalam perjalanan itu, saya menemukan hal-hal yang saya temui dengan cara saya sendiri, bukan dengan cara orang lain.


Bukankah memacari orang, selain bisa bercumbu, saya juga memiliki tanggung jawab untuk menjalaninya dengan serius tanpa harus melihat ke belakang ? Bahwa informasi itu diperlukan, itu sah-sah saja. Masalahnya, temuan itu didapat pada masa pacaran, bukan menanyakan pengalaman orang lain yang pernah memiliki hubungan dengan pacar saya. Mengapa demikian ? Sebab, bisa saja saya memacari manusia yang sama yang pernah jadi pacar orang lain, tetapi peristiwa yang saya alami dengan manusia yang sama akan menjadi begitu berbeda.


Jadi, perjalanan cinta saya tak perlu utuh dengan informasi lengkap. Saya seharusnya bersyukur menjalani dengan informasi yang hanya sebagian sehingga seperti sebuah perjalanan..
Samuel Mulia

Hal paling melegakan adalah ketika kita mampu berbincang masa lalu menyakitkan menjadi sebuah bahan tertawaan. Segalanya sudah berubah, sudut pandang pun sudah berbeda.

[ Aku tak pernah melupakan rasa itu, sebagaimanapun angin dan hujan selalu mencoba menghapusnya. Aku berusaha mengenang dan tetap mengingat ]

Selasa, 23 April 2013

Percayalah, jodoh akan datang tanpa harus dikejar

Kisah percintaan yang dialami setiap insan manusia selalu unik dan berbeda-beda. Banyak yang bernasib mujur dan tidak sedikit pula yang kurang beruntung jika sudah bicara soal jodoh.



Banyak orang yang berharap untuk segera dipertemukan dengan jodohnya, namun kadang kala hingga diusia senja tak pula kunjung mendapatkan jodoh.




Hingga banyak cara yang dilakukan orang untuk dapat menggapai jodoh yang dia inginkan, seperti ke biro jodoh, reality show bertajuk mencari pasangan, ataupun ke paranormal.




Biasanya, jodoh tak kunjung datang itu akibat dari pribadi yang tidak mau berusaha dan berbenah diri untuk mencari alasan mengapa jodoh tak juga menghampiri kita.




Padahal, sesuai dengan yang telah di janjikan oleh Allah bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan, artinya Allah memang telah mempersiapkan seseorang untuk dijodohkan dengan kita.




Lalu mengapa jodoh tak kunjung datang? Di mana pasangan yang telah Allah janjikan? Apakah Allah telah ingkar dengan janjinya? Atau kita yang harus mengejar jodoh?




Tidak mungkin Allah ingkar, karena Allah maha menepati janji. Jadi, seandainya jodoh itu tak kunjung datang juga, mungkin saja ada yang salah dengan diri kita. Dari pada pusing untuk datang ke biro jodoh atau mencari dan mengejar jodoh melalui ramalan bahkan paranormal, lebih baik menunggu sembari berdoa agar diberikan jodoh yang terbaik oleh Allah.




Jodoh merupakan suratan takdir yang telah ditentukan Allah sejak manusia lahir. Sehingga, sebagai manusia yang bertaqwa harusnya manusia berserah dan berdoa kepada Allah agar diberikan jodoh yang sholeh atau sholehah. Jodoh itu memang benar-benar di tangan Allah. Artinya, kita tidak pernah tau kapan, di mana, bagaimana dan dengan siapa kita akan berjodoh.





Untuk itu, lanjut dia, di dalam ajaran Islam tidak dianjurkan untuk berpacaran dengan segala alasan termasuk mencari kecocokan dan mengenal lebih dekat satu sama lain. Apalagi, tambah dia, dengan melakukan cara-cara yang tidak dianjurkan atau bahkan diharamkan di dalam Islam, seperti pergi ke paranormal untuk mendapat pasangan.




Lebih jauh dia memaparkan, yang perlu di garis bawahi adalah jodoh di tangan Allah. Jadi, jemputlah jodoh itu dengan cara-cara yang sesuai ajaran Islam, serta memohonlah agar Allah memberikan jodoh yang baik kepadamu.




"Dalam surat Asy-Syura ayat 83, Allah berfirman, Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku Hikmah dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang shaleh," terang dia.




 Jodoh tidak dapat dihindari walau kita belum menginginkannya. Jodoh juga tidak dapat dikejar walaupun ketika kita terlalu menginginkannya. Oleh sebab itu, Allah menentukan jodoh kita, maka tidak layak bagi kita merasa bimbang atau grasa grusu karena belum dapat (jodoh), kalau sudah sampai waktunya, jodoh itu pasti akan datang sendiri




Lalu bagaimana apabila kita sudah beranjak tua dan jodoh pun tak kunjung menghampiri?




Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 45, Dan jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya yang demikian itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Rabbnya, dan mereka akan kembali kepada-Nya..


Dengan ayat itu Allah memberi harapan bahwa setiap doa yang disampaikan pada-Nya dengan tulus dan sungguh-sunguh pasti akan dikabulkan.



Yapp!percayalah jodoh akan datang tepat pada waktunya cepat atau lambat..


Orang baik akan bertemu dengan orang baik dan sebaliknya. :))

Motivated me ;

There are two basic motivating forces: fear and love. When we are afraid, we pull back from life. When we are in love, we open to all that life has to offer with passion, excitement, and acceptance. We need to learn to love ourselves first, in all our glory and our imperfections. If we cannot love ourselves, we cannot fully open to our ability to love others or our potential to create. Evolution and all hopes for a better world rest in the fearlessness and open-hearted vision of people who embrace life.

Really, I miss the old moment!!


I miss my childhood. when completeness in covering of family every day. miss being together with them..
And now everything has changed .. we grew up and we’ve been busy with our own affairs.. Slowly one by one are gone. father left us for ever being called God .. My first sister got married and had gone with her husband knit household with their children.. And now my youngest brother, he chose to live in a boarding school dormitory..
Well now my house is not what it used to.. everything has changed.. quiet and lonely now only be filled by the three of us .. mama sister and I both..
I miss the good times about 10 years ago .